JellyPages.com

Entri Populer

Sabtu, 15 Desember 2012

Hakikat bermain anak usia dini

Hakikat bermain anak usia dini. A. Hakikat bermain bagi AUD Bermain bagi seorang anak, menurut Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, tidak tergantung pada mahal-murahnya permainan atau alat permainan yang digunakan. "Karena bermain adalah kebutuhan. Dengan bermain anak-anak bisa mengembangkan semua potensi di dalam dirinya, moral, sosial, emosi, ekspresi, dan sebagainya," bermain yang murni adalah membiarkan anak bersenang-senang tanpa harus menjadi pintar, atau harus ada pelajaran tertentu di dalam permainan itu. "Bermain adalah memberi anak kesempatan untuk tertawa dan bercanda bebas. Salah satu fungsi permainan adalah anak bisa menyalurkan energinya," Menurut Mildred Parten (1932) dilihat dari perkembangan sosial, bermain dapat dikelompokkan menjadi lima macam : a. Solitary games (bermain sendiri) b. Onlooker games (bermain dengan melihat temannya bermain) c. Parallel games (bermain paralel dengan temannya), bermain denga materi yang sama, tetapi masing-masing bekerja sendiri d. Associative games (bermain beramai-ramai), anak bermain bersamasama tanpa ada suatu organisasi e. Cooperative games (bermain kooperatif), ada aturan dan pembagian peran, salah satu anak menolak bermian, permainan tidak akan terlaksana. Permainan juga dapat dikelompokkan dalam : (a) Permainan fisik; (b) Lagu anak anak; (c) Teka-teki, berpikir logis/matematis; (d) Bermain dengan benda benda; dan (e) Bermain peran. B. Fungsi bermain dalam perkembangan sosial AUD Sesuai dengan pengertian bermain yang merupakan tuntutan dan bagi perkembangan anak usia TK, menurut Hartley, Frank, dan Goldenson sebagaimana dikutip oleh Moeslichatoen, ada 8 fungsi bermain bagi anak: 1. Memainkan apa yang dilakukan oleh orang dewasa 2. Untuk melakukan berbagai peran yang ada dalam kehidupan nyata 3. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. 4. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat 5. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima 6. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan 7. Mencerminkan pertumbuhan 8. Untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. Sedangkan menurut Hetherington dan Parke bermain juga berfungsi untuk mempermudah perkembangan kognitif anak. Dengan bermain akan memungkinkan anak meneliti lingkungan, mempelajari segala sesuatu yang dihadapinya. Bermain juga meningkatkan perkembangan sosial anak. Dengan menampilkan bermacam-macam peran, anak berusaha memahami peran orang lain dan menghayati peran yang akan diambilnya setelah ia dewasa kelak. Sejalan dengan Hetherington dan Parke di atas, Dworetzky (1990) juga mengemukakan fungsi bermain dan interaksi dalam permainan mempunyai peranan penting bagi perkembangan kognitif dan sosial anak. Fungsi bermain tidak saja dapat meningkatkan perkembangan kognitif dan sosial, tetapi juga perkembangan bahasa, disiplin, perkembangan moral , kreatifitas dan perkembangan fisik anak. Beberapa fungsi bermain antara lain: 1. Mempertahankan keseimbangan 2. Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari 3. Mengantisipasi peran yang akan dijalani di masa yang akan datang 4. Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari 5. Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah 6. Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. C. Bentuk permainan yang mendorong perkembangan sosial AUD 1. BERMAIN DI DALAM RUANG Mencari teman Aspek-aspek yang dapat dikembangkan dalam bermain “mencari teman” antara lain • Fisik Motorik Dalam kegiatan bermain ini mengajak anak untuk banyak bergerak dan berlari. • Sosial Dalam permainan ini dapat meningkatkan interaksi antar teman saat anak mencari pasangannya. • Bahasa Dalam berinteraksi maka akan meningkatkan komunikasi yang terjadi pada anak sehingga kemampuan anak dalam berkomunikasi dapat terlatih. Tepuk bersama Aspek-aspek yang dapat dikembangkan dalam bermain ”tepuk bersama” antara lain : • Fisik MotorikDalam permainan ini dapat meningkatkan koordinasi tangan anak. • Sosial Bermain ini juga dapat melatih anak untuk melakukan kekompakan serta kerjasama. Bermain Peran Aspek-aspek yang dikembangkan dalam permainan ini: • Sosial Emosional • Bahasa • Kognitif BERMAIN DI LUAR RUANG • Menjala ikan Cara Bermain : 2-3 anak di suruh bergandengan tangan dan berperan sebagai jala ikan. Sedangkan anak-anak lainnya berperan sebagai ikan. Mereka yang berperan sebagai ikan bebas berlarian di lapangan ataupun dalam ruangan. Bila ada tanda (peluit atau hitungan atau tepukan tangan) dari guru anak-anak yang berperan sebagai jala harus berusaha menangkap ikan (anak-anak yang berlarian dalam ruangan/lapangan) sebanyak-banyaknya dengan cara mengurungnya dalam lingkaran tangan. Usahakan jala jangan tercerai berai. Sedangkan anak yang berperan sebagai ikan berusaha lari menghindar jangan sampai tertangkap. Anak-anak yang telah tertangkap ikut bergabung sebagai jala, sehingga semakin lama jala semakin lebar. Sedangkan ikan yang harus ditangkap semakin sedikit. Permainan berakhir jika sudah tidak ada ikan yang perlu di tangkap lagi. Permainan ini dapat dimodifikasi dengan memasang beberapa kelompok anak (2-3 pasang) sebagai jala. Lalu kelompok jala ini saling bersaing untuk menangkap ikan sebanyak-banyaknya. • Elang dan Anak Ayam Kata Polisi Elang dan Anak Ayam Cara Bermain : : bagi anak menjadi beberapa kelompok. Paling banyak anggotanya berjumlah sepuluh tiap kelompok. Dalam satu kelompok pilih satu untuk berperan sebagai elang, sedangkan yang lin berperan sebagai ayam. Bariskan anak-anak yang berperan sebagai ayam. Tiap anak berpegangan pada pundak teman didepannya. Anak yang paling depan berperan sebagai induk ayam dan bertugas melindungi anak ayam dari kejaran burung elang dengan cara merentangkan kedua tangan. Burung elang bebas menangkap anak ayam yang paling belakang. Anak ayam yang tertangkap harus keluar dari barisan. Usahakan barisan anak ayam jangan sampai terputus. Permainan berakhir jika sudah tidak ada anak ayam yang tersisa. Setelah itu bisa diganti dengan kelompok berikutnya. BERMAIN DENGAN ALAT • Mana sepatuku • Kartu Angka • Lompat Tali • Bermain Kelereng • Puzzle D. Alat – alat permainan yang mendorong perkembangan sosial AUD Alat permainan merupakan media belajar bagi anak. Alat permainan memiliki fungsi membantu mengembangkan seluruh dimensi perkembangan bagi anak usia TK yaitu perkembangan motorik, kognitif, kreativitas, bahasa sosial dan perkembangan emosional anak. Bermain adalah memberi anak kesempatan untuk tertawa dan bercanda bebas, Untuk mendapatkan itu semua, seorang anak tidak harus mempunyai alat-alat bermain yang harus dibeli dan berharga mahal. Bermain petak umpet yang tidak memerlukan alat bermain khusus, bisa dilakukan , dan merupakan salah satu bentuk permainan anak yang bisa menjadikan anak aktif, mampu bersosialisasi, mampu berkompetisi dan bisa mengembangkan emosinya secara wajar, bahkan dengan kulit jeruk Bali, anak bisa berkreasi membuat berbagai alat permainan seperti mobil-mobilan atau pesawat terbang. Berbeda dengan anak-anak di luar perkotaan, anak-anak perkotaan saat ini cenderung diberikan alat-alat bermain yang lebih mewah. Padahal alat-alat bermain yang mahal tersebut tidak semuanya mengandung sisi edukatif dan bisa menjadikan anak kreatif. E. Usaha guru dalam memanfaatkan permainan untuk mengembangan sosial orangtua yang memiliki uang memang cenderung untuk membelikan saja anaknya mainan daripada susah-susah membuat suatu mainan. Hal ini tidak sepenuhnya buruk asalkan alat bermain yang dipilih anak bisa menjadikan anak kreatif, mampu bersosialisasi dan mengembangkan potensinya dengan baik. Di sisi lain, perlu terus dijaga agar alat bermain yang diberikan diperoleh si anak melalui upaya tertentu, misalnya juara kelas. "Dengan begitu anak menghargai mainan yang diberikan kepadanya. ex :"Computer game" yang banyak dimainkan anak-anak perkotaan, permainan ini banyak yang menyajikan agresivitas kepada anak, antara lain dalam bentuk permainan peperangan, "Orangtua harus berperan untuk menjelaskan inti permainan itu kepada anak, sehingga anak tidak mempersepsikan sendiri apa yang dilihatnya. Usaha guru, melalui alat permainan (media belajar) dalam pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Para guru harus dapat memanfaatkan media belajar dengan disesuaikan pada kebutuhan pengembangan keilmuan untuk anak usia dini (peserta didik) DAFTAR PUSTAKA Referensi: http://kafeilmu.com/2012/09/fungsi-media-belajar-alat-permainan-dalam-pendidikan.html#ixzz2BRW1JKEb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar